Ini Bukti Bahwa Kandungan Susu Diperlukan Manusia dari Segala Usia

07 Desember 2017 16:00:29
By : Bebby Sekarsari Ini Bukti Bahwa Kandungan Susu Diperlukan Manusia dari Segala Usia

Kandungan unik dalam susu memberikan manfaat bagi tubuh kita. (pixabay/pezibear)

Bila Anda berpikiran bahwa hanya anak yang perlu minum susu, maka sebaiknya Anda segera mengubah pikiran tersebut. Selain untuk membantu pertumbuhan, susu selalu dikaitkan dengan kandungan kalsiumnya yang baik untuk kepadatan tulang orang dewasa. Padahal, selain kalsium, masih banyak kandungan zat gizi yang di dalam susu yang membantu menyehatkan tubuh.

Dr. Marudut, MPS, ahli gizi, dosen di Jurusan Gizi – Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta II dan anggota Bidang Penelitian dan Pengembangan Gizi, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), menjelaskan, selain kalsium, terdapat komposisi asam lemak susu yang unik dan kompleks. Disebut demikian karena susu tersusun atas lebih dari 50 jenis asam lemak-asam lemak, memiliki kandungan karbon rantai ganjil yakni asam pentadecanoat (15:0) dan asam heptadecanoat atau asam margarat (17:0) yang merupakan indikator konsumsi susu, dan memiliki asam lemak trans yang dihasilkan melalui biohidrogenasi dengan bantuan enzim bakteri yang terdapat di saluran pencernaan.

Umumnya, asam lemak trans banyak dihindari banyak orang karena lemak jenis ini dapat membahayakan tubuh. Namun, berbeda dengan makanan lain, asam lemak trans yang terkadung di dalam susu diproses melalui proes yang berbeda, yaitu proses biohidrogenasi. Proses yang dilakukan secara alami di dalam tubuh hewan ini dibantu dengan enzim pencernaan. Sementara, lemak trans pada makanan lain dihasilkan melalui proses hidrogenasi atau penambahan atom hidrogen.

Asam lemak trans yang ada di dalam susu memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kesehatan manusia dibandingkan asam lemak trans yang ada di produk pangan lain. Ini semua dibuktikan dalam beberapa penelitian, seperti dalam penelitian kohort pada orang dewasa multi etnik di USA tahun 2000-2007, yang menemukan bahwa semakin tinggi sirkulasi asam trans palmitoleat (tanda bahwa seseorang rutin mengonsumsi susu) di dalam tubuh, penurunan risiko diabetes melitus menjadi dua kali lipat lebih besar dibandingkan dengan konsentrasi yang lebih rendah.

Tak hanya itu, konsentrasi asam lemak trans-palmitoleat ini juga berhubungan dengan penurunan 19% trigliserida, menurunkan insulin puasa 9.1%, menurunkan tekanan darah sistolik sebesar 2.4 mm Hg dan menurunkan insiden diabetes. Lebih jauh, dari 73 penelitian, ditemukan bahwa kematian karena penyakit jantung koroner tidak berkaitan dengan asam lemak jenuh dan asam lemak trans dari susu tetapi berkaitan dengan asam lemak trans dari produk industri hasil hidrogenasi.

“Dan yang lebih mengejutkan adalah hasil metaanalisis dari 22 penelitian yang dipublikasi tahun 2016 menunjukkan bahwa asupan susu yang tepat dapat membantu menstabilkan berat badan pada orang dewasa,” tambah Marudut yang ditemui dalam Diskusi Cerdas Frisian Flag Indonesia Seri 3 di Jakarta (5/12).

 

 

Berita terkait