3 Kondisi Darurat Pada Bayi

11 Agustus 2017 18:00:16
By : Bebby Sekarsari 3 Kondisi Darurat Pada Bayi

Bayi adalah makhluk mungil tanpa daya, yang jelas-jelas membutuhkan kita, orangtuanya agar ia bisa terus hidup. Ketidakmampuan bayi dalam menjelaskan apa yang sedang dirasakannya, membuat kita harus pandai-pandai mengenali apa yang ia butuhkan. Termasuk ketika ia dalam kondisi darurat. Beberapa kondisi darurat yang dapat terjadi pada bayi antara lain:

1. Bayi dehidrasi
Penyebabnya adalah diare, muntah, demam tinggi, atau kurangnya asupan cairan.

Tanda bayi dehidrasi: Di atas usia 4-6 hari, BAK bayi kurang dari 6 kali sehari, bibirnya kering, dan saat menangis tidak mengeluarkan air mata. Selain itu, ubun-ubun bayi juga tampak cekung.

Yang harus Anda lakukan: Segera bawa bayi ke rumah sakit untuk pertolongan lebih lanjut.

2. Bayi sesak napas
Sesak napas pada bayi bisa terjadi karena beberapa penyebab, misalnya karena terserang pilek, atau terlalu banyak lendir di saluran pernapasannya.

Tanda bayi sesak napas: Tidurnya mendengkur, cuping hidung terlihat membesar, dan terjadi retraksi dada (tampak cekung di sekitar tulang belikat/tulang iga). Napas bayi juga tersengal-sengal, berbunyi, dan terlihat lebih cepat.

Yang harus Anda lakukan: Anda bisa mengangkat posisi kepala bayi lebih tinggi dari perutnya. Usapkan balsam bayi untuk membantunya melegakan pernapasan. Bila bibirnya tampak kebiruan, atau bernapas lebih dari 60 kali dalam satu menit, segeralah ke Unit Gawat Darurat terdekat.

3. Bayi susah menyusu
Beberapa bayi, terutama pada bayi prematur, memiliki hambatan untuk langsung menyusu pada ibu. Penyebabnya bisa saja karena kantuk berlebihan, perlekatan mulut bayi tidak optimal, atau bayi yang memiliki tongue tie.

Tanda bayi sulit menyusu: Bayi terlihat susah sekali melekat pada payudara ibu, berat badan cenderung turun, atau tidak ada kenaikan sama sekali.

Yang harus Anda lakukan: Perbaiki teknik menyusui. Jika perlu mintalah bantuan konsultan laktasi. Jika teknik menyusui sudah benar, namun ia masih juga susah menyusu, segera konsultasikan pada dokter spesialis anak, agar bisa dicek, apakah bayi Anda tongue tie atau tidak. Beberapa bayi dengan tongue tie terkadang dibutuhkan frenektomi (pembedahan), namun ada juga yang tidak.

Berita terkait