Cara Mencegah Mastitis Saat Menyusui

12 Oktober 2017 14:30:00
By : Rianti Fajar Cara Mencegah Mastitis Saat Menyusui

Jangan sampai mastitis menghalangi Anda untuk menyusui bayi Anda. (Pixabay/Badarsk)

Mastitis adalah sebuah gangguan akibat proses peradangan yang terjadi pada payudara. Umumnya, mastitis terjadi saat ibu sedang dalam masa menyusui. Diperkirakan ada sekitar 20 persen ibu menyusui yang mengalami mastitis. Mastitis umumnya terjadi di enam minggu pertama kelahiran bayi. Ada dua faktor yang menjadi penyebab mastitis, yaitu faktor ASI dan infeksi.

Saat terjadi mastitis, ibu akan merasa kesakitan ketika menyusui. Hal tersebut bukan hanya dapat mengganggu asupan ASI si kecil, tetapi juga dapat membuat ibu menjadi trauma untuk menyusui. Kondisi tersebut dapat menggagalkan proses menyusui. Maka, penting bagi setiap ibu yang sedang menyusui untuk mencegah terjadinya mastitis.

Satu cara utama untuk mencegah mastitis adalah dengan mengosongkan payudara secara rutin. Susuilah bayi Anda kapanpun bayi menginginkannya. Bila payudara masih terasa penuh, Anda dapat memerah atau memompa ASI. Pengosongan payudara akan maksimal bila Anda menggunakan pompa ASI yang berkualitas.

Guna memenuhi kebutuhan tersebut, Philips Avent, menghadirkan comfort manual breast pump. Pompa ASI manual ini memiliki bantalan payudara yang sangat lembut, sehingga akan membuat Anda lebih nyaman dan menstimulasi aliran ASI. Selain itu, Anda juga tidak perlu membungkuk untuk membuat ASI mengalir ke dalam botol penyimpanan. Hal tersebut memungkinkan Anda untuk memompa ASI dengan posisi duduk bersandar dan santai. Kenyamanan saat memompa akan membuat ASI menjadi semakin lancar.

Bentuknya yang mungil juga membuat pompa ASI ini mudah dibawa bepergian. Setiap bagiannya juga mudah dibongkar pasang sehingga memudahkan Anda saat membersihkannya. Dengan begitu, pompa dapat dibersihkan dengan maksimal sehingga tidak ada sisa ASI yang menempel yang dapat memicu munculnya bakteri. Tuas pompa juga didesain ergonomis sehingga tidak membutuhkan usaha yang besar untuk memompa ASI.

Dengan melakukan pengosongan payudara setiap dua hingga tiga jam sekali, Anda dapat terhindar dari mastitis. Namun, bila muncul gejala lain seperti demam lebih dari 38,5 derajat celcius, tubuh menggigil, payudara bengkak dan muncul kemerahan di permukaan kulit payudara, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter. Gejala tersebut dikhawatirkan disebabkan oleh adanya infeksi pada payudara Anda. Dengan memeriksakannya ke dokter, Anda dapat segera mengatasi mastitis yang Anda alami dan dapat melanjutkan proses menyusui bayi Anda.

Berita terkait