Janin dan Ibu Alami Hal Ini di Trimester Ketiga

14 November 2017 14:15:28
By : Bebby Sekarsari Janin dan Ibu Alami Hal Ini di Trimester Ketiga

Terjadi banyak perubahan pada janin dan ibu hamil saat trimester ketiga. (Pixabay)

Trimester ketiga merupakan trimester terakhir dalam kehamilan. Pada trimester ini juga janin di dalam kandungan akan lebih membesar. Saat Anda memeriksakan kehamilan pada dokter, Anda akan mendapatkan banyak arahan untuk menghadapi persalinan.

Perubahan-perubahanyang terjadi pada janin dan ibu pada kehamilan trimester ketiga antara lain:

Perubahan pada janin
Memasuki usia 25-26 minggu janin mulai meningkatkan ketangkasan tangan dan jarinya. Lemak janin juga mulai berkembang, kulitnya menjadi lebih merah dan pembuluh darahnya berkembang lebih banyak. Janin akan mulai sering mengubah posisinya dan bergerak-gerak. Ia bahkan mulai dapat membuka matanya.

Pada usia 27-28 minggu warna mata janin akan lebih terlihat. Warna mata sangat dipengaruhi oleh gen dari kedua orangtuanya. Ukuran janin mulai terlihat proporsional memasuki usia kehamilan ini. Ia menjadi lebih sering bergerak dan merespon segala jenis rangsangan, seperti suara dan cahaya.

Pada akhir minggu, organ janin seperti ginjal, pankreas dan sistem pencernaan berfungsi dengan lebih baik. Ia juga mulai memposisikan kepalanya di dekat jalan lahir, meskipun posisinya masih dapat berubah jelang persalinan. Otak janin mulai bekerja dengan lebih baik lagi. Masa-masa terakhir di dalam kandungan, janin juga mulai mengikuti kebiasaan ibu.

Perubahan pada ibu hamil
Memasuki usia kehamilan trimester ketiga, ukuran janin yang semakin besar akan membuat tidur ibu semakin tidak nyaman. Salah satu cara agar lebih dapat menikmati tidur adalah dengan tidur miring ke kiri. Ibu hamil juga kerap kali mengalami kram pada kaki, terutama pada malam hari.

Gusi ibu hamil juga rentan berdarah saat ini. Untuk menjaga kesehatan mulut dan gigi, ibu hamil tetap disarankan untuk menggosok gigi 2 kali sehari. Selain itu, ibu hamil juga menjadi lebih sering merasakan sembelit. Ini terjadi akibat hormon kehamilan yang sedang melonggarkan ligamen sebagai persiapan persalinan.

Umumnya, ibu hamil juga akan mengalami kelelahan karena perubahan tubuh ibu yang berubah sangat cepat. Tekanan darah ibu juga akan lebih sering diperiksa sekarang. Dokter melakukannya untuk mengetahui apakah ada risiko preeklamsia yang memerlukan perlakuan khusus saat persalinan.

 

Berita terkait