Panduan Pendidikan Seksual untuk Anak Menurut UNICEF dan WHO (bag. 1)

17 Agustus 2017 08:03:03
By : Mahmur Marganti Panduan Pendidikan Seksual untuk Anak Menurut UNICEF dan WHO (bag. 1)

Ceritakan pada anak Anda bagaimana Anda, orangtuanya, bisa menikah. (cloudfront.net)

“Bagaimana dan kapan waktu yang tepat memberikan pendidikan seksual untuk anak-anak dan remaja?” Pertanyaan ini belakang sering muncul karena ramainya perdebatan tentang kelompok lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) menimbulkan dilema bagi para orangtua.

Terlepas dari kontroversi-kontroversi tersebut, beberapa lembaga dunia, UNICEF, WHO dan UNAIDS memiliki panduan pendidikan seksual bagi orangtua dan pendidik.Panduan pendidikan seksual ini bisa dijadikan acuan untuk menjelaskan berbagai fenomena seksualitas manusia, termasuk LGBT. Berikut beberapa poin inti  panduan pendidikan seksual untuk anak-anak usia 5-8 tahun.

1. Mulai dengan hal dasar

Jelaskan pada anak fungsi dan peran keluarga serta masing-masing anggotanya. Keluarga inti terdiri dari ayah, ibu dan anak.Ayah dan ibu berperan sebagai orangtua yang bertanggungjawab terhadap anak-anak. Setiap anggota keluarga harus saling menjaga satu sama lain.

2. Ajarkan anak untuk berteman dengan siapapun

Pertemanan berlandaskan pada rasa percaya, peduli, empati dan solidaritas. Teman bisa ditemukan di mana saja, seperti di lingkungan rumah, di sekolah, dan di tempat ibadah.

3. Cara mengekspresikan cinta dan kasih

Banyak cara mengekspresikan cinta. Cinta kepada anggota keluarga dan teman dapat ditunjukkan dengan kata-kata dan perbuatan. Ajarkan anak untuk mengatakan salam dan berterimakasih.

4. Kenalkan anak dengan perbedaan

Perbedaan bisa terjadi karena bentuk fisik, kepercayaan, keadaan keluarga, bahkan kondisi kesehatan. Ajarkan bahwa perbedaan, layak untuk dihargai dan tak jadi halangan untuk berteman.

5. Kenalkan anak dengan arti pernikahan

Setiap orang bisa memilih pasangan untuk menikah atau dijodohkan. Ceritakan bagaimana Anda, orangtuanya, bisa menikah.Ini akan membangun pemahaman dasar bahwa anak lahir setelah ada hubungan pernikahan antara ibu dan ayah.

Artikel ini pertama kali dipublikasikan di id.theasianparent.com dan digunakan atas seijin The Asian Parent Indonesia.

Berita terkait