Tekstur MPASI Sesuai Usia Bayi

16 Desember 2016 15:00:00
By : Rianti Fajar Tekstur MPASI Sesuai Usia Bayi

Buatlah MPASI dengan tekstur yang disesuaikan dengan usia bayi. (Flickr/Vialbost)

Selesai masa ASI Eksklusif, memasuki usia enam bulan bayi harus diberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI) sambil terus diberikan ASI hingga berusia dua tahun. Bagi Anda yang belum memiliki pengalaman memberikan MPASI, sebaiknya dapat mencari informasi mengenai pemberian MPASI yang tepat. Tekstur merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalam membuat MPASI.

Tekstur MPASI bayi tidak selamanya dalam bentuk bubur lembut. Seiring dengan bertambahnya usia, tekstur makanan bayi pun harus meningkat. Hal ini penting diperhatikan untuk membantu perkembangan oromotor bayi. Sebab, gerakan mengunyah ternyata juga akan memengaruhi keterampilan berbicara bayi, hingga melatih keseimbangan bayi. Simak ketentuan tekstur MPASI sesuai dengan usia bayi.

6 Bulan

Enam bulan adalah usia saat bayi baru mulai diberikan MPASI. Selama ini bayi hanya mengandalkan ASI sebagai asupan makanannya. Jadi buatlah MPASI dengan tekstur yang sangat lembut dan tidak terlalu padat. Anda dapat membuat berbagai pure sayur dan buah. Sebaiknya Anda juga memerhatikan setiap respon yang muncul. Segera hentikan bila bayi mengindikasikan adanya alergi.

7-8 Bulan

Pada usia ini, bayi sudah dapat mengonsumsi makanan saring. Anda dapat membuat nasi tim yang dihaluskan atau disaring. Anda dapat menambahkan sayuran ke dalam nasi tim. Untuk menghaluskan tekstur MPASI, Anda bisa menambahkan ASI perah atau kaldu ke dalamnya.

9-11 Bulan

Bayi dapat mengonsumsi makanan dengan tekstur yang lebih kasar dari sebelumnya, yaitu berbentuk nasi tim. Sebagai tahap awal, Anda dapat mencampurkan MPASI dengan dua tekstur, yaitu tekstur lembut dan agak kasar. Hal tersebut dapat membuat pencernaan bayi beradaptasi.

12 Bulan

Pada usia ini bayi sudah bisa mulai diperkenalkan dengan makanan keluarga. Namun hindari makanan atau bumbu yang memiliki aroma tajam. Sebaiknya Anda mengenalkan makanan yang lebih bervariasi, agar bayi mendapatkan asupan vitamin dan al yang lebih banyak. Selain itu juga dapat menghindarkan anak dari sifat memilih-milih makanan di kemudian hari.

Berita terkait