3 Penyakit yang Timbul Akibat Gigitan Nyamuk

11 Oktober 2017 12:30:00
By : Rianti Fajar 3 Penyakit yang Timbul Akibat Gigitan Nyamuk

Nyamuk merupakan binatang yang paling banyak menularkan penyakit. (Pixabay/Mikadago)

Jumlah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk semakin meningkat. Salah satu pemicunya adalah perubahan iklim global yang membuat populasi nyamuk menjadi semakin banyak. Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2016 mengungkapkan bahwa jumlah kasus kematian akibat gigitan nyamuk mencapai 725.000. Sedangkan jumlah penyakit akibat gigitan nyamuk mencapai 17 persen dari seluruh penyakit menular, dengan angka kematian mencapai satu juta per tahun.

Menurut Leonard Nainggolan, Konsultan Penyakit Tropik dan Infeksi, dari Perhimpunan Peneliti Penyakit Tropik dan Infeksi Indonesia (PETRI), nyamuk semakin pandai beradaptasi dengan perubahan iklim. Bahkan kini semakin banyak nyamuk yang mengalami resistensi terhadap pembasmi nyamuk.

"Nyamuk yang awalnya mudah mati dengan obat nyamuk yang mengandung organofosfat, sekarang mulai kebal dan tidak mati dengan zat tersebut," ucap Leonard.

Setidaknya ada 3 penyakit yang dapat ditimbulkan akibat gigitan nyamuk, yaitu:

1. Demam berdarah

Demam berdarah disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti. Nyamuk yang satu ini sangat aktif di siang hari. Dengan perubahan iklim saat ini, daya jelajah aedes aegypti menjadi semakin luas. Wilayah Eropa yang dulu steril dari nyamuk ini, sekarang sudah ditemukan kasus DB yang berasal dari gigitan nyamuk aedes aegypti setempat.

2. Kaki gajah

Penyakit kaki gajah atau filariasis disebabkan oleh parasis filaria yang ditularkan melalui gigitan nyamuk culex. Parasis tersebut menyebabkan penyumbatan pembuluh limfa di kaki atau lengan yang mengakibatkan pembengkakan. Nyamuk culex berkembang biak di saluran air, septic tank, parit, genangan air hujan, dan tempat gelap.

3. Malaria

Malaria disebabkan oleh parasit plasmodium yang ditularkan oleh nyamuk anopheles betina. Secara umum, nyamuk anopheles banyak ditemukan terutama di area perkebunan, persawahan, atau daerah pinggiran, dan jarang ditemukan di daerah urban. Saat ini malaria mulai menjadi endemis di daerah yang sebelumnya jarang atau tidak ditemukan malaria. Hal tersebut dicurigai lantaran adanya perubahan lingkungan.

Mengingat bahaya dari penyakit yang ditimbulkan akibat gigitan nyamuk, maka diperlukan tindakan pencegahan. Selain pemberantasan sarang nyamuk dengan program 3M dan Jumantik, diperlukan juga perlindungan perorangan. Perlindungan tersebut di antaranya adalah dengan menggunakan pakaian panjang yang menutup tubuh, penggunaan insektisida rumah tangga yang ramah lingkungan serta penggunaan tumbuhan alami penolak nyamuk.

Berita terkait