5 Anticedera Saat Berolahraga

11 Oktober 2017 14:00:55
By : Bebby Sekarsari 5 Anticedera Saat Berolahraga

Persiapkan diri Anda agar terhindar dari cedera saat berolahraga. (Flickr/Duhass03)

Aktivitas fisik seperti olahraga merupakan salah satu cara seseorang meningkatkan fungsi kardio tubuh atau mungkin menurunkan berat badan. Namun, jika tidak dilakukan dengan hati-hati, olahraga justru dapat merugikan diri sendiri, yaitu bila terjadi cedera pada anggota tubuh saat melakukannya tanpa persiapan yang baik. 

Beberapa cedera yang sering terjadi dalam olahraga pada umumnya tidak disebabkan karena kontak fisik, namun karena kita tidak melakukan persiapan yang baik sebelum memulainya. Agar terhindar dari cedera saat olahraga, beberapa persiapan berikut ini akan membantu Anda: 

1. Kenali tubuh Anda sendiri
Para ahli kesehatan menyarankan, kenalilah lebih dulu kelebihan dan 
kekurangan setiap bagian anggota tubuh, agar terhindar dari cedera. Ahli bedah ortopedi Kenneth Plancher mengatakan, setiap orang harus menyadari bagian terlemah dari anggota tubuhnya, dan menghindari jenis aktivitas fisik yang bisa menyebabkan  cedera saat berolahraga.

2. Kenali olahraga yang cocok dengan usia
Sebelum melakukan kegiatan olahraga atau mengikuti program latihan kelas kebugaran 
tertentu, sangat penting untuk memahami aktivitas olahraga apa yang sesuai dengan usia Anda. Dr. Plancher mengatakan jika aktivitas olahraga Anda terlalu banyak, terlalu lama dan terlalu cepat, dapat menyebabkan ketegangan pada otot-otot Anda.

3. Faktor jenis kelamin
Para ahli kesehatan sepakat, baik pria maupun wanita memiliki struktur fisiologis 
tertentu yang dapat menyebabkan cedera saat berolahraga. Oleh karena itu tidak semua jenis olahraga cocok untuk semua jenis kelamin. Jika terus dipaksakan, maka akan menimbulkan cedera.

Sebagai contoh, wanita memiliki risiko mengalami CAL (cruciatum anterior ligamen), cedera pada jaringan sendi lutut yang menghubungkan tulang tibia (tungkai bawah) dengan tulang femur (paha). Selain itu wanita lebih rentan terhadap cedera ketika sedang mengalami siklus menstruasi saat berolahraga.

4. Berlatih dengan instruktur profesional
Berlatih kebugaran atau program latihan olahraga lainnya dapat berjalan lancar jika 
Anda didampingi seorang pelatih profesional. Bersama instruktur profesional, Anda akan mendapatkan metode latihan dan saran yang tepat agar terhindar dari cedera saat olahraga. 

Pelatih kebugaran akan memberikan pendapatnya tentang gerakan yang benar, gerakan yang tidak boleh terlalu cepat dilakukan, dan gerakan yang perlu dihindari.

5. Jangan berlebihan
Meskipun olahraga secara rutin dapat membantu tubuh menjadi lebih sehat, namun 
olahraga yang berlebihan juga memungkinkan munculnya risiko cedera. Berolahraga secara berlebihan dan menggunakan  otot yang sama secara terus-menerus dapat menyebabkan nyeri otot, tendinitis (peradangan atau iritasi pada otot tendon), pembengkakan dan memar otot.

Berita terkait