7 Mitos Diabetes Melitus

17 Juni 2017 10:00:48
By : Bebby Sekarsari 7 Mitos Diabetes Melitus

Membatasi asupan gula diperlukan untuk mengontrol gula darah pada penderita diabetes melitus. (Pixabay/condesign)

Penderita diabetes biasanya tidak merasa nyaman ketika didiagnosis menderita penyakit ini, dan diminta untuk selalu menjaga kadar gula darah agar tetap seimbang. Mereka pun disarankan untuk tidak mengonsumsi makanan manis dan diharuskan memilih makanan sehat demi mengontrol gula darah. Saran ini memang ada benarnya, namun banyak juga hal-hal yang sebenarnya tidak benar sehingga membuat penderitanya takut mengonsumsi makanan tertentu.

Mitos: Konsumsi gula berlebih bisa sebabkan diabetes.
Fakta: Diabetes terjadi bukan hanya karena konsumsi gula berlebihan. Penyebab utama diabetes adalah gaya hidup yang tidak seimbang dan kurangnya aktivitas fisik. Pola makan yang kurang serat, tinggi karbohidrat dan tinggi lemak juga bisa memicu terjadinya diabetes. Namun bukan berarti orang yang belum terkena diabetes bisa bebas mengonsumsi gula. Anda tetap harus membatasi konsumsi gula, maksimal lima persen dari total energi harian Anda atau hanya lima sendok teh tambahan gula per hari. Tambahan gula ini juga termasuk gula yang terkandung dalam biskuit atau kue.

Mitos: Menu makanan membuat penderita diabates tersiksa.
Fakta: Penderita diabetes biasanya dihadapkan pada pantangan beberapa makanan yang tidak boleh dikonsumsi. Nyatanya, masih banyak makanan sehat yang bisa dikonsumsi oleh penderita diabetes tanpa merasa tersiksa. Untuk mendapatkan makanan sehat namun lezat, Anda memerlukan sedikit kreatifitas dalam mengolah makanan.

Mitos: Karbohidrat buruk bagi penderita diabetes.
Fakta: Meskipun karbohidrat dapat memengaruhi kadar gula darah, namun penderita diabetes masih bisa mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat. Tentu saja hal ini harus diimbangi dengan kontrol jumlah dan variasi makanan lain, seperti sumber serat. Anda bisa berkonsultasi pada ahli gizi berapa tepatnya makanan sumber karbohidrat yang bisa dikonsumsi, dengan memperhatikan jumlah makanan yang akan mereka konsumsi.  

Mitos: Penderita diabetes lebih baik mengonsumsi protein daripada karbohidrat.
Fakta: Protein memang dibutuhkan tubuh untuk mengganti sel-sel yang rusak. Namun, konsumsi makanan sumber protein dalam jumlah berlebihan juga bisa membahayakan kesehatan. Sebab, beberapa sumber protein hewani juga mengandung lemak jenuh yang justru bisa memicu penyakit lain seperti penyakit jantung atau kolesterol.

Mitos: Tidak bisa mengonsumsi makanan favorit.
Fakta: Daripada membatasi makanan tertentu yang tidak boleh dikonsumsi, Anda bisa menggantinya dengan bahan makanan tertentu. Misalnya, bila Anda menyukai pemanis gula pada donat, Anda dapat membuat donat sendiri menggunakan tepung gandum dan menggunakan madu sebagai pemanis. Meskipun demikian, mengurangi makanan favorit dengan makanan yang lebih sehat seperti buah dan sayur akan lebih baik untuk membantu mengontrol gula darah Anda.

Mitos: Pemanis buatan berbahaya bagi penderita diabetes.
Fakta: Memang benar bahwa pemanis buatan terasa lebih manis namun, yang terpenting adalah bagaimana cara mengonsumsinya. American Diabetes Association merekomendasikan pemanis buatan seperti sakarin, aspartam, asesulfam kalium, sucralose, dan stevia untuk dikonsumsi. Anda juga bisa menggunakan pemanis alami dari buah.

Mitos: Label diet pada kemasan makanan berarti aman untuk penderita diabetes.
Fakta: Anda mungkin pernah menemukan makanan tertentu yang diberi label "aman bagi penderita diabetes." Namun, hal tersebut belum tentu menjadi pilihan terbaik untuk dikonsumsi penderita diabetes. Beberapa makanan atau minuman mengklaim tidak menggunakan gula, namun perhatikan sekali lagi apakah makanan atau minuman tersebut justru menggunakan pemanis buatan dengan jumlah yang cukup banyak. Itulah sebabnya, Anda perlu berhati-hati membaca label pada semua produk untuk mengetahui bahan dan jumlah kalorinya.

Berita terkait