Bahaya di Balik Olahraga Berlebihan

14 November 2017 15:30:45
By : Bebby Sekarsari Bahaya di Balik Olahraga Berlebihan

Olahraga yang berlebihan justru dapat membahayakan kesehatan tubuh. (Pixabay/matanvizel)

Beberapa kali kita mendengar seseorang mengalami serangan jantung justru saat berolahraga atau setelah ia selesai berolahraga. Padahal olahraga merupakan salah satu aktivitas fisik yang seharusnya dapat membantu kesehatan jantung. Lalu, mengapa orang bisa terkena serangan jantung saat berolahraga?

Sebetulnya, pada orang yang tidak aktif berolahraga, ia akan memiliki risiko dua kali lebih besar terkena penyakit jantung dibandingkan dengan orang yang aktif. Sementara, untuk dapat memaksimalkan manfaat olahraga untuk menjaga kesehatan jantung, Anda tak perlu berlebihan dalam melakukannya. Menurut dokter spesialis jantung, Antonia Anna Lukito, dari Siloam Hospitals Lippo Village, Tangerang, dalam seminggu Anda cukup melakukan olahraga ringan atau aerobik selama dua setengah jam saja. Hal itu sudah ampuh untuk hindari risiko penyakit jantung.

Orang yang terkena serangan jantung saat melakukan olahraga biasanya melakukan aktivitas tersebut secara berlebihan diluar kemampuan fisiknya. Biasanya ia memang tidak rutin melakukan olahraga, namun sekali berolahraga ia melakukannya secara berlebihan. "Olahraga bukan penyebab serangan jantung. Tapi olahraga yang melebihi kemampuan fisik yang justru bisa memicu seseorang terkena serangan jantung," jelas dokter spesialis jantung, Nathania M. Kristanti.

Beberapa penelitian yang telah dilakukan berulang kali juga menunjukkan bahwa olahraga yang berlebihan akan mengarah pada tingkat stres oksidatif yang tinggi, inflamasi, dan kerusakan pada jaringan jantung. Semua hal itu, akan menghasilkan sebuah respon fisiologis akut yang dapat memicu serangan jantung.

Beberapa orang mengatakan penyebab serangan jantung saat olahraga adalah karena ia tidak melakukan pemanasan. Hal ini memang benar, apalagi bila orang tersebut memiliki riwayat penyakit jantung koroner sebelumnya. Namun, di luar hal tersebut, dalam keadaan sehat, pemanasan sebelum berolahraga tidak terlalu banyak memiliki andil terhadap serangan jantung.

Agar terhindar dari serangan jantung saat berolahraga, maka Anda wajib mengetahui tanda-tanda olahraga yang berlebihan, yaitu:

1. Olahraga justru membuat Anda merasa kelelahan bukan berenergi.

2. Anda jadi mudah sakit dan memiliki perasaan atau suasana hati yang naik turun.

3. Anda menjadi sulit tidur sehingga memengaruhi kecukupan tidur harian Anda.

4. Kaki Anda akan terasa berat dan terasa sakit selama berhari-hari.

Ada baiknya juga Anda mengetahui faktor risiko yang bisa memicu serangan jantung, seperti kebiasaan merokok, diabetes melitus, tekanan darah tinggi, faktor keturunan, dan kegemukan. Selama Anda melakukan olahraga dalam batas yang wajar, maka Anda akan tetap menikmati manfaatnya.

Konsultasi: dr. Nathania M. Kristanti, SpJP dari Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta dan dr. Antonia A. Lukito, SpJP, Siloam Hospitals Lippo Village, Tangerang.

Berita terkait