Bahaya Tampukan Lemak di Area Perut

06 Desember 2017 12:42:05
By : Bebby Sekarsari Bahaya Tampukan Lemak di Area Perut

Lemak yang menumpuk di perut berisiko meningkatkan terjadinya penyakit. (Pixabay/jarmoluk)

Saat ini banyak orang yang mengalami kelebihan lemak di sekitar perut. Tren menunjukkan bahwa kelebihan lemak di sekitar perut tidak hanya dimiliki oleh orang tua, namun dimiliki juga oleh orang-orang yang masih berusia muda. Keadaan ini disebut sebagai central obesity dan merupakan kondisi yang berbahaya sekalipun berat badan Anda ada di angka yang ideal.

Berat badan ideal tak menjadi jaminan seseorang terbebas dari penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, stroke, dan serangan jantung, apalagi bila lingkar perut Anda melebihi angka normal. Bahkan, risiko kematian akibat serangan jantung meningkat sampai 2,75 kali pada orang-orang yang kurus namun kelebihan lemak perut.

Terdapat dua jenis lemak yang menumpuk di sekitar perut, yaitu lemak subkutan dan lemak viseral. Lemak subkutan adalah lemak yang berada di bawah kulit dan merupakan lemak yang dapat dicubit dengan jari. Sementara, lemak viseral adalah lemak yang berada di bawah otot perut dan melapisi organ-organ di dalam perut. Lemak ini tidak dapat dicubit dengan jari dari luar. Lemak viseral merupakan lemak yang lebih berbahaya karena lemak ini menghasilkan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit diabetes.

Cara mengetahui lemak di perut
Pengukuran lemak perut secara akurat dapat dilakukan dengan CT scan atau MRI. Sayangnya, pemeriksaan ini sama sekali tidak praktis. Terdapat cara yang jauh lebih sederhana dan murah untuk mengetahui kelebihan lemak perut. Caranya adalah mengukur lingkar perut dengan pita ukur. Seseorang dikatakan memiliki kelebihan lemak perut bila lingkar perutnya lebih dari 88 cm (wanita) atau 102 cm (pria).

Membakar lemak viseral
Untuk membakar lemak viseral yang terdapat di perut, Anda bisa melakukan beberapa kegiatan berikut:

1. Olahraga
Lakukan olahraga intensitas sedang selama 30 menit, minimal dua kali seminggu. Olahraga tidak harus dilakukan di pusat kebugaran yang mahal. Berjalan cepat juga merupakan olahraga bila Anda melakukannya dengan benar sampai menyebabkan jantung Anda berdenyut lebih cepat dan membuat Anda berkeringat.

2. Ubah pola makan
Kabar baiknya adalah lemak viseral merupakan lemak yang pertama kali dibakar ketika Anda mengubah pola makan. Tingkatkan asupan serat Anda dan kurangi makanan siap saji.

3. Tidur cukup
Pertahankan pola tidur yang teratur tiap malam. Tidur selama 6-7 jam tiap hari dapat membantu Anda mencegah penumpukan lemak viseral.

Konsultasi: dr. Edy Gunawan, Dokter Umum Siloam Hospitals

 

Berita terkait