Cari Tahu Lebih Dalam Mengenai Hemofilia

10 Agustus 2017 17:30:27
By : Bebby Sekarsari Cari Tahu Lebih Dalam Mengenai Hemofilia

Kelainan pada darah atau sistem peredaran darah biasanya disebabkan oleh faktor genetis. (pixabay/Meditation)

Pernahkah Anda memerhatikan proses pembekuan darah yang terjadi saat Anda terluka? Apakah terjadi secara cepat atau berlangsung lama. Jika perdarahan yang terjadi sukar untuk berhenti, sebaiknya Anda patut curiga. Karena bisa jadi Anda mengalami kelainan pada darah.

Kelainan pada darah atau sistem peredaran darah biasanya disebabkan oleh faktor genetis, salah satunya penyakit yang identik dengan hal ini adalah hemofilia. Hemofilia adalah suatu penyakit yang menyebabkan tubuh kekurangan protein yang dibutuhkan dalam proses pembekuan darah saat terjadi perdarahan. Protein ini biasa disebut faktor pembekuan atau faktor koagulasi.

Hemofilia adalah penyakit terkait kromosom X atau kelainan genetik yang mengkode faktor koagulasi. Setiap manusia normal memiliki dua kromosom seks, XX atau XY. Perempuan mewarisi kromosom X dari ibu dan kromosom X dari ayah. Sedangkan laki-laki mewarisi kromosom X dari ibu dan kromosom Y dari ayah. Gen yang menyebabkan hemofilia A atau B terletak pada kromosom X.

Hemofilia A atau B hampir selalu terjadi pada anak laki-laki dan diturunkan dari ibu ke anak melalui salah satu gen ibu. Namun, kebanyakan perempuan yang memiliki gen yang rusak hanya sebagai pembawa dan tidak menunjukkan tanda-tanda atau gejala hemofilia. Selain faktor keturunan di atas, ada juga kemungkinan untuk hemofilia A atau B terjadi melalui mutasi gen spontan. Gen yang menyebabkan hemofilia C dapat diturunkan kepada anak-anak oleh salah satu orangtua. Hemofilia C dapat terjadi pada anak laki-laki dan perempuan.

Akibat kelainan gen tersebut, maka muncul:

1. Hemofilia A. Jenis hemofilia yang paling umum, hemofilia A disebabkan oleh kurangnya faktor koagulasi 8 (VIII).

2. Hemofilia B. Disebabkan oleh kurangnya faktor pembekuan 9 (IX).

3. Hemofilia C. Tipe ini disebabkan oleh kurangnya faktor pembekuan 11 (XI), dan gejalanya seringkali paling ringan di antara jenis hemofilia lainnya.

Tingkat keparahan atau timbulnya tanda dan gejala hemofilia sangat tergantung pada seberapa berat kekurangan faktor pembekuan dalam darah, jika kurangnya hanya sedikit maka pendarahan hanya terjadi ketika ada luka, namun jika kadar faktor pembekuan sangat rendah bisa terjadi pendarahan spontan.

Penyakit ini memang tergolong langka, namun sebaiknya anda mengetahui lebih dalam supaya anda dapat membantu jika anda mengenal atau bertemu dengan penderita hemofilia.

Sumber: siloamhospitals.com

Berita terkait