Cedera 'Anterior Cruciate Ligament': Kenali Penyebab dan Gejalanya

15 Mei 2018 18:30:02
By : Claudia Ramadhani Cedera 'Anterior Cruciate Ligament': Kenali Penyebab dan Gejalanya

Nyeri di bagian lutut, mungkin Anda mengalami cedera anterior cruciate ligament. (Foto: health.com)

Cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) merupakan suatu kondisi di mana terjadi robekan pada ligamen (jaringan ikat) lutut. ACL merupakan pita serat yang kuat di tengah sendi lutut. ACL menghubungkan tulang tungkai bawah ke tulang paha.

ACL bertugas menjaga lutut tetap stabil selama bergerak dengan menjaga tulang kaki bawah agar tidak tertekuk terlalu jauh ke depan. Cedera pada ligamen ini dapat membuat lutut Anda menjadi tidak stabil. Dalam kondisi cedera, robekan bisa terjadi sebagian atau secara total.

Penyebab terjadinya cedera ACL ialah adanya kelebihan tenaga pada bagian lutut. Hal ini paling sering terjadi ketika lutut Anda dalam posisi bengkok atau mendarat dengan keras saat Anda melompat.

Ketika mengalami cedera ACL, gejala yang akan terjadi ialah terdengar bunyi letupan pada saat cedera atau ketika ligamen pecah, kemudian timbul nyeri disertai pembengkakan pada lutut. Selanjutnya, terjadi pelemahan pada bagian lutut sehingga sulit digerakkan dan tubuh menjadi tidak stabil hingga kesulitan saat berjalan.

Jika gejala-gejala di atas terjadi, segera hubungi dokter agar Anda segera mendapatkan perawatan yang terbaik. Waktu pemulihan dari cedera ini bergantung pada tingkat keparahannya.

Proses perawatan untuk cedera ACL ini meliputi:

- Istirahat, Hindari aktivitas yang dapat menimbulkan rasa sakit.
- Kompres bagian lutut Anda dengan es dapat membantu mengurangi pembengkakan.
- Balut lutut dengan perban sehingga dapat memberikan tekanan lembut untuk memindahkan cairan keluar dari area tersebut.
- Saat tidur, buat lutut Anda berada di posisi yang lebih tinggi agar membantu mengalirkan cairan dari area lutut.

Sayangnya, cedera ACL tidak dapat sembuh dengan sendirinya, namun jika lutut Anda cukup stabil, maka operasi tidak diperlukan. Jika Anda masih dalam usia yang produktif dan rutin berolahraga secara aktif, maka operasi mungkin diperlukan, namun jika Anda sudh dalam usia lanjut dan tidak melakukan banyak aktivitas, maka operasi tidak harus dilakukan.

Operasi akan menggunakan jaringan dari bagian tubuh lain untuk membuat ligamen baru. Perlu waktu selama beberapa bulan agar proses cangkok ini cukup kuat untuk kembali dibawa dalam aktivitas yang berat seperti berolahraga.

Obat-obatan bebas atau bahkan yang diresepkan dapat dikonsumi untuk mengurangi rasa sakit dan juga pembengkakan. Penyangga lutut dan kruk dapat membantu menjaga lutut tetap stabil.

Selain operasi dan obat-obatan, terapi fisik juga bisa dijalani untuk menguji gerakan lutut dan mempercepat proses pemulihan. Terapinya sendiri dapat mencakup latihan dan peregangan sehingga dapat membantu menyeimbangkan otot-otot kaki Anda. Terapi ini dapat membantu menstabilkan lutut dan mengurangi risiko cedera lebih lanjut.

Langkah pencegahan juga bisa Anda lakukan agar terhindar dari cedera ACL saat Anda beraktivitas atau berolahraga. Saat hendak melompat dan mendarat atau ketika memutar lutut Anda, pastikan pinggul dan lutut ditekut dan tidak dalam posisi lurus.

Jangan lupa untuk memperkuat otot-otot kaki Anda dan selalu lakukan peregangan baik sebelum atau sesudah latihan fisik. Perhatikan dan pertahankan teknik yang tepat saat Anda berolahraga sehingga menghindari Anda dari cedera ACL atau cedera bagian tubuh lainnya.

 

Sumber: www.siloamhospitals.com

Berita terkait