Ini Pertolongan Pertama Saat Tersedak

11 Agustus 2017 17:00:00
By : Rianti Fajar Ini Pertolongan Pertama Saat Tersedak

Segera lakukan pertolongan saat orang terdekat Anda tersedak. (Flickr/Thomchandler)

Tersedak mungkin terdengar sepele, namun jika kondisi ini tidak ditangani dengan baik akan berpotensi membahayakan jiwa seseorang.

“Tersedak terjadi karena adanya benda asing yang masuk ke dalam tenggorokan atau jalur untuk bernapas, sehingga orang yang tersedak dapat mengalami rasa sesak atau kesulitan bernapas,” ujar dr. Anne Indrawati, Sp. THT-KL dari Siloam Hospitals Purwakarta.

Hampir setiap orang pernah mengalami peristiwa tersedak. Saat makan dengan buru-buru misalnya. Hal tersebut bisa saja menyebabkan makanan yang sedang dikunyah memasuki saluran yang salah, sehingga menyumbat saluran pernapasan dan menyebabkan tersedak.

Ketika tersedak, seseorang akan mengalami beberapa hal. Menurut dr. Anne, kondisi awal yang biasanya muncul saat tersedak adalah batuk-batuk. Hal ini termasuk normal karena batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan benda asing dari tenggorokan.

Namun, semakin besar benda asing yang masuk dan menghalangi jalur pernapasan, maka orang tersebut dapat mengalami kesulitan bernapas, tidak mampu berbicara atau mengeluarkan suara, pucat atau kebiruan pada bibir dan kulit, hingga kehilangan kesadaran.

“Dampak yang paling fatal yaitu bisa menyebabkan kematian bila tidak segera mendapatkan pertolongan,” jelas dr. Anne.

Oleh karena itu, dr. Anne mengimbau untuk tidak mengabaikan atau meremehkan peristiwa tersedak. “Segera datangi orang yang dicurigai tersedak, tanyakan apakah ia tersedak atau merasakan sesak napas, mintalah ia untuk batuk dan pastikan ia mendapatkan pertolongan atau cari pertolongan medis segera,” tuturnya.

Dalam memberikan pertolongan pertama untuk orang tersedak dengan sumbatan ringan, bantu ia untuk dapat batuk sambil terus mengawasi agar tidak terjadi penurunan kesadaran. Sementara bagi yang mengalami sumbatan berat yang ditandai dengan ketidakmampuan bersuara, tepuk punggungnya sebanyak 5 kali dan lakukan maneuver heimlich.

Caranya, berdirilah di belakang penderita, lingkarkan tangan anda pada pinggang penderita. Tepatnya di atas perut, pada pertengahan di antara pusar dan batas pertemuan iga kiri dan kanan. Hentakkan tangan anda ke arah atas sambil menarik tubuh penderita ke belakang. Sambil melakukan hentakan, minta penderita memuntahkan benda yang mengganjal di tenggorokannya. “Namun jika kondisi penderita dalam keadaan tidak sadar, maka perlu dilakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP) oleh tenaga medis,” jelas dr. Anne.

Sumber: Majalah Silver, Siloam Hospitals.

Berita terkait