Makan Sebelum atau Sesudah Olahraga?

07 Januari 2018 09:00:42
By : Bebby Sekarsari Makan Sebelum atau Sesudah Olahraga?

Ada pelatih yang menganjurkan untuk mengisi perut sebelum berolahraga agar tubuh memiliki energi dan tidak mudah lelah. Namun pernahkah Anda mencobanya dan justru membuat Anda merasa mual atau perut nyeri saat berlatih? Agar tidak terulang, Anda pun memilih untuk makan setelah olahraga, tapi badan justru terasa lebih lemas. Jadi mana yang benar, makan sebelum atau sesudah olahraga?

Sebenarnya dua-duanya benar, namun umumnya orang salah dalam memilih makanan, ukuran porsinya dan tidak memberi waktu untuk makanan dicerna dengan sempurna. Akibatnya, Anda pun merasa tidak nyaman saat berolahraga. Untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk makan, sebelum atau sesudah olahraga, perhatikan beberapa hal berikut:

Jeda waktu

Benar bahwa makan sebelum berolahraga berguna untuk menyediakan energi untuk tubuh, namun langsung beraktifitas tepat setelah makan justru tidak baik. Agar tidak merasa mual atau mengalami nyeri perut saat berolahraga, disarankan untuk memberi waktu bagi tubuh, minimal 10 menit setelah makan untuk mencerna makanan, sebelum Anda mulai berolahraga. Terutama bila Anda akan melakukan olahraga dengan banyak gerakan melompat.

Sementara itu, makan setelah latihan berguna untuk mengembalikan energi, namun tidak disarankan untuk langsung mengisi perut setelah olahraga. Lebih baik, istirahat tubuh minimal 30 menit setelah olahraga sebelum makan. Hal ini berguna untuk menstabilkan detak jantung dan peredaran darah. Dengan begitu, Anda akan terhindar dari rasa lemas. Sebab, tanpa menstabilkan peredaran darah setelah olahraga, darah lebih terfokus pada sistem pencernaan dan berkurang di bagian otak. Oleh karena itu, langsung makan hanya akan membuat Anda lemas.
 
Olahraga yang akan dilakukan

Seberapa banyak yang perlu kita makan dan apa yang perlu dimakan juga tergantung dengan olahraga yang kita lakukan. Tentu saja bila Anda memilih latihan angkat beban atau fitnes, maka kebutuhan asupan gizi akan berbeda bila Anda memilih olahraga lari atau yoga.

- Latihan untuk memperbesar otot: konsumsi makanan yang kaya protein dan kalsium sebelum dan sesudah olahraga. Protein akan membantu jaringan otot lebih cepat besar dan tidak mudah cedera.
- Olahraga yang memicu detak jantung: konsumsi makanan sumber karbohidrat sebelum olahraga. Selain itu, perbanyak sayur dan protein setelah berlatih. Karbohidrat sebelum olahraga berguna sebagai energi agar tidak cepat lemas.

 
Porsi makanan

Jumlah makanan yang dikonsumsi sebelum dan sesudah berolahraga akan memengaruhi kualitas olahraga. Selain membuat tidak nyaman, porsi yang terlalu banyak akan mengurangi peredaran darah ke otak, sehingga bisa mengakibatkan Anda cepat mangantuk. Sebaliknya, porsi yang terlalu sedikit juga tidak baik, terutama setelah olahraga. Kurangnya asupan gizi setelah olahraga bisa menghambat proses penyembuhan tubuh setelah olahraga, sehingga badan menjadi lebih pegal pada keesokan hari. Apabila Anda bingung seberapa banyak porsi yang ideal sebelum dan sesudah olahraga, Anda bisa membuat perumpamaan dengan membagi dua porsi makan siang Anda. Makan setengah sebelum olahraga dan habiskan setengahnya setelah itu.

Berita terkait