Panduan Pendidikan Seksual untuk Anak Menurut UNICEF dan WHO (bag. 2)

17 Agustus 2017 14:03:03
By : Mahmur Marganti Panduan Pendidikan Seksual untuk Anak Menurut UNICEF dan WHO (bag. 2)

Sampaikan jika terjadi kekerasan seperti memukul, mencaci atau membully, artinya hubungan pertemanan tidak sehat (opportunitydesk.org)

Kontroversi mengenai fenomena seksual belakangan ini, membuat banyak orang tua menjadi khawatir akan tumbuh kembang anaknya. Untuk itu UNICEF, WHO dan UNAIDS memiliki panduan pendidikan seksual bagi orangtua dan pendidik untuk anak. Berikut beberapa poin inti  panduan pendidikan seksual untuk anak-anak usia 9-12  tahun.

1. Peran dan tanggungjawab anggota keluarga

Di usia ini anak tak hanya tahu peran, namun juga tanggungjawab sebagai anggota keluarga, misalnya kakak dan adik juga bertanggungjawab saling menjaga selama bermain. Jika ada hal yang membahayakan, kakak atau adik harus segera memberitahu ayah atau ibu.

2. Libatkan anak dalam mengambil keputusan

Dalam level ini, tak ada salahnya untuk meminta pendapat mereka dalam musyawarah keluarga. Dengan begitu, anak akan merasa dihargai dan lebih percaya diri untuk mengungkapkan isi pikiran mereka.

3. Pertemanan yang sehat

Hubungan pertemanan bisa jadi sehat dan tidak sehat. Jika terjadi kekerasan seperti memukul, mencaci atau membully, artinya hubungan pertemanan tidak sehat. Ajarkan bahwa melecehkan, mengucilkan dan memukul itu melukai hati seseorang.

4. Pernikahan, menjadi orangtua dan tanggungjawabnya

Ini adalah dasar pendidikan seksual untuk anak. Orang dewasa yang telah menikah menjadi orangtua karena kehamilan, adopsi atau cara lain untuk punya anak. Jelaskan lebih detil apa itu hamil dan mengapa orang mengadopsi anak. Jelaskan bahwa setiap orang berhak memutuskan untuk menjadi orangtua. Setelah menjadi orangtua, orang dewasa harus bertanggung jawab terhadap anak mereka.

Artikel ini pertama kali dipublikasikan di id.theasianparent.com dan digunakan atas seijin The Asian Parent Indonesia.

Berita terkait