Pilih Olahraga Ini Untuk Mencegah Risiko Cedera Lutut

14 November 2017 18:30:00
By : Rianti Fajar Pilih Olahraga Ini Untuk Mencegah Risiko Cedera Lutut

Ada banyak jenis olahraga minim cedera yang dapat Anda jadikan pilihan. (Pixabay/1114467)

Olahraga merupakan satu kegiatan yang harus dilakukan secara rutin untuk menjaga kesehatan Anda. Tetapi ada kalanya orang merasa enggan untuk berolahraga karena takut mengalami cedera. Salah satu jenis cedera yang sering dialami saat berolahraga adalah cedera lutut. Namun jangan jadikan itu sebagai alasan, Anda bisa memilih olahraga yang minim risiko cedera lutut.

Berdasarkan penelitian terbaru, beberapa program latihan atau olahraga yang fokus pada kekuatan lengan dan pinggul serta abdomen, adalah olahraga yang paling minim cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) pada lutut. Melakukan lebih dari satu jenis olahraga juga penting agar cedera lutut bisa dihindari.

Kebanyakan cedera terjadi pada olahraga yang melakukan pergantian gerakan yang cepat atau memiliki banyak gerakan berputar. Menurut penelitian dalam British Journal of Sports Medicine, cedera ACL sangat serius dan memerlukan waktu yang lama untuk pemulihan. Wanita muda yang memiliki risiko besar menghadapi cedera ACL adalah mereka yang berolahraga seperti sepakbola atau basket. Jenis cedera yang satu ini seringkali terjadi pada wanita berusia 14 hingga 17 tahun.

Cedera ACL membuat Anda harus absen berolahraga selama enam sampai 12 bulan. Beberapa diantara penderita tidak dapat kembali pada level olahraga yang telah mereka raih sebelumnya. Selain itu, menurut Grethe Mykelburst, seorang terapis olahraga di Oslo Sport Trauma Research Center di Oslo, Norway, risiko menderita osteoarthritis di lutut juga menjadi semakin tinggi setelah cedera.

Dai Sugimoto, seorang terapis di  Boston Children’s Hospital Orthopaedics menemukan bahwa olahraga yang fokus pada kekuatan lengan dan pinggul, seperti push upsit up dan bench press dapat mengurangi risiko terjadinya cedera ACL dibandingkan olahraga lainnya. Namun Anda tetap harus melakukan beberapa jenis olahraga. 

"Pelatihan neuromuskular harus menggabungkan banyak jenis olahraga,"ucap Sugimoto.

Meski operasi merupakan pengobatan terbaik untuk menangani cedera ACL, tetapi 24 hingga 30 persen orang yang pernah mengalami cedera ACL, akan kembali mengalami cedera yang sama dalam beberapa tahun ke depan. Itulah mengapa cedera ACL sebaiknya dicegah sejak awal.

Berita terkait