Sibuk Bekerja Meningkatkan Risiko Diabetes

16 Juni 2017 14:00:42
By : Bebby Sekarsari Sibuk Bekerja Meningkatkan Risiko Diabetes

Pekerjaan yang menyita banyak waktu meningkatkan risiko diabetes melitus. (Pixabay/dnfcnlsrn0)

Aktivitas padat dan pekerjaan kantor yang cukup banyak biasanya akan menyita banyak waktu. Secara tidak langsung, hal ini bisa meningkatkan risiko seseorang terkena beberapa penyakit. Salah satunya penyakit degeneratif, diabetes melitus tipe 2. Menurut Johanes Purwoto, dokter spesialis penyakit dalam dari MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, pekerjaan kantor dan gaya hidup yang kurang sehat sangat mungkin menjadi faktor pencetus diabetes melitus.

Lebih lengkap, beberapa faktor yang bisa menyebabkan terjadinya diabetes pada pekerja, antara lain:

1. Waktu olahraga yang kurang
Karena kesibukan pekerjaan, seseorang menjadi tidak sempat untuk melakukan olahraga. Padahal olahraga rutinlah yang bisa menjaga tubuh dari risiko dibetes melitus. Salah satu cara untuk menyiasati hal ini adalah dengan berolahraga ringan di sela-sela waktu kerja secara rutin dan meluangkan waktu selama 15 menit untuk berolahraga sebelum berangkat bekerja.

2. Tidak mengatur pola makan
Saat seseorang terlalu sibuk dengan pekerjaannya, biasanya mereka cenderung lupa makan atau memundurkan waktu makan hingga pekerjaannya selesai. Waktu makan yang tidak teratur bisa membuat seseorang merasa lapar di jam makan berikutnya dan cenderung mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak. Akibatnya, hal yang terjadi secara terus menerus ini, bisa memicu terjadinya diabetes melitus.

3. Konsumsi makanan tidak sehat
Orang yang terlalu sibuk dengan pekerjaanya cenderung memilih jenis makanan yang kurang sehat. Hal ini terjadi karena waktu yang terlalu sempit untuk makan. Sehingga pilihannya lebih banyak jatuh pada makanan cepat saji yang rendah serat, tinggi kalori dan tinggi lemak. Makanan yang terlalu manis dan berlemak ini bisa membuat kadar glukosa menumpuk di dalam tubuh, sehingga meningkatkan risiko obesitas. Dalam jangka panjang, resistensi insulin bisa terjadi dan memicu terjadinya diabetes melitus tipe 2.

4. Stres
Stres dalam pekerjaan bisa memengaruhi hormon kortisol yang meningkatkan kadar glukosa darah. Akibatnya pankreas bereaksi lebih keras untuk menghadapi hormon yang meningkatkan gula darah tersebut dan insulin pun kesulitan dalam mengelola gula darah.

5. Jam tidur kurang
Dalam sehari setidaknya Anda perlu tidur selama tujuh hingga delapan jam. Tidur yang berkualitas berguna untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan mengelola stres menjadi tidak baik.

Konsultasi: dr. Johanes Purwoto, SpPD-KEMD dari MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta.

Berita terkait