Studi: Obat Infeksi Vagina Tingkatkan Risiko Keguguran

16 Juni 2017 15:30:00
By : Rianti Fajar Studi: Obat Infeksi Vagina Tingkatkan Risiko Keguguran

Konsultasikan pada dokter sebelum Anda mengonsumsi obat saat hamil. (Pixabay/Freestocks)

Administrasi Obat dan Makanan Amerika (FDA) memberikan peringatan kepada para dokter, untuk berhati-hati saat meresepkan obat infeksi jamur vagina, pada pasien yang sedang hamil. Obat tersebut bernama Fluconazole. Obat ini biasanya digunakan untuk mengobati infeksi vagina akibat jamur.

FDA menyarankan, pasien yang sedang hamil atau sedang merencanakan kehamilan, sebaiknya berbicara pada dokter yang mereka datangi, tentang perawatan alternatif untuk mengatasi infeksi jamur vagina yang mereka alami.

Dalam label Fluconazole saat ini, tertulis bahwa satu dosis Fluconazole (150 mg), untuk mengobati infeksi jamur vagina, masih aman untuk dikonsumsi selama kehamilan. Namun, FDA mencatat, ada beberapa kasus yang menunjukkaan bahwa dosis tinggi (400 mg  - 800 mg) yang dikonsumsi saat hamil, berkaitan dengan kelainan bayi saat lahir.

Sambil menunggu tinjauan FDA mengenai Fluconazole ini lengkap dan dimengerti, FDA menyarankan agar berhati-hati terhadap konsumsi Fluconazole saat hamil. Sebelumnya Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit Amerika (CDC), menyarankan ibu hamil untuk hanya menggunakan krim antijamur, dalam mengatasi infeksi jamur vagina.

Meski sebuah penelitian di Denmark menunjukkan bahwa, ibu hamil yang mengonsumsi Fluconazole, memiliki risiko keguguran yang lebih besar dibandingkan yang mengonsumsi krim antijamur, itu tidak membuktikan bahwa obat dapat menyebabkan keguguran.

Di luar adanya imbauan untuk menghindari Fluconazole saat hamil, semua ibu hamil memang sebaiknya tidak sembarangan saat mengonsumsi obat. Saat mengalami satu keluhan kesehatan, sekecil apapun, Anda sebaiknya mengonsultasikannya pada dokter kandungan yang merawat Anda.

Berita terkait