Studi: Pernikahan Menambah Harapan Hidup Pasien Stroke

09 Februari 2018 16:00:30
By : Bebby Sekarsari Studi: Pernikahan Menambah Harapan Hidup Pasien Stroke

Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh the Journal of the American Heart Association, menunjukkan bahwa orang yang berada dalam pernikahan yang stabil dan tidak pernah bercerai memiliki harapan hidup yang lebih baik setelah mengalami stroke.

“Penelitian kami adalah yang pertama untuk menunjukkan bahwa pengalaman pernikahan saat ini dan masa lalu memiliki dampak yang signifikan bagi pasien stroke," ucap Matthew E. Dupre, PhD, profesor di Department of Community and Family Medicine and the Duke Clinical Research Institute at Duke University in Durham, North Carolina.

Dengan adanya pengakuan dan pemahaman mengenai hubungan status pernikahan dengan stroke, diharapkan penyedia layanan kesehatan dapat lebih mengidentifikasi dan mengobati pasien yang berpotensi tinggi untuk mengalami kematian setelah serangan stroke, dengan lebih maksimal.

Setelah meneliti 2.351 orang berusia di atas 41 tahun dalam penelitian the Health and Retirement Study, yang melaporkan kasus stroke antara tahun 1992 dan 2010, ditemukan:

1. Risiko kematian setelah stroke 71 persen lebih besar pada orang dewasa yang tidak pernah menikah dibandingkan orang yang berada dalam hubungan pernikahan.

2. Orang yang bercerai memiliki 23 hingga 25 persen risiko lebih besar untuk mengalami kematian setelah stroke.

3. Orang yang pernah bercerai lebih dari satu kali memiliki risiko hingga 40 persen lebih besar untuk mengalami kematian setelah stroke.

4. Tidak ada perbedaan signifikan antara pria dan wanita atau ras dan etnis, pada hubungan antara status pernikahan dan kematian akibat stroke.

Beberapa hal yang juga memengaruhi proses pemulihan pascastroke di antaranya adalah tidak memiliki anak, dukungan sosial yang terbatas, dan gejala depresi.

Sumber: American Heart Association.

Berita terkait