Teknologi dan Distribusi Layanan Kesehatan

15 April 2018 19:00:52
By : Claudia Ramadhani Teknologi dan Distribusi Layanan Kesehatan

Teknologi harus dimanfaatkan sedemikian rupa untuk dapat menjawab permasalahan pada distribusi layanan kesehatan. (Foto/TimesJobs)

Isu kesehatan berkaitan dengan banyak sektor salah satunya layanan kesehatan. Hingga saat ini, masyarakat di daerah terpencil masih sulit untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang mumpuni.

Jangankan daerah terpencil, permasalahan distribusi akses layanan kesehatan di Jakarta saja masih menjadi momok hingga saat ini. Contoh paling besar ialah 1 rumah sakit di DKI Jakarta saja diperuntukkan untuk penanganan 1.000 penduduk, dan ini melebihi kapasitas yang seharusnya.

Lewat permasalahan inilah, perusahaan swasta berusaha berkontribusi dengan memberi inovasi teknologi terhadap penyedia layanan kesehatan. Saat ditemui di acara Forum Diskusi Philips Indonesia di EV Hive D.Lab, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (13/4), Suryo Suwignjo selaku Presiden Direktur Philips Indonesia juga mejabarkan langkah yang telah Philips tempuh dalam mengatasi hal ini.

“Philips telah mengambil peranan dalam upaya meningkatkan pemikiran progresif mengenai isu-isu terkait layanan kesehatan di Indonesia, penguatan kesadaran akan hidup sehat, dan peningkatan upaya kolaborasi antara pemerintah dengan instansi-instansi terkait dalam rangka mencari dan memberi solusi terhadap permasalahan yang dihadapi industri kesehatan,” papar Suryo dalam forum diskusi ini.

Fajaruddin Sihombing selaku perwakilan dari Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia juga memaparkan bahwa era digitalisasi yang tak terhindari ini harusnya menjadi pemicu agar semua pihak dalam bidang kesehatan bersiap untuk saling bersinergi sehingga dapat memberikan pelayanan kesehatan yang efisien dan menyeluruh.

Teknologi harus dimanfaat sebaik mungkin agar bisa menjawab permasalahan seperti penghitungan biaya rumah sakit, lama perawatan hingga ketenagaan medis. Selain itu teknologi di bidang kesehatan yang telah ada saat ini diharapkan mampu menjadi langkah preventif juga deteksi dini bagi para masyarakat daripada harus menanggulangi ketika sudah terserang suatu penyakit.

Berita terkait