Yuk, Kenalan dengan Quarter Life Crisis

14 April 2018 18:45:00
By : Claudia Ramadhani Yuk, Kenalan dengan Quarter Life Crisis

Memasuki usia 25 tahun, pernahkah Anda mengalami kebimbangan yang begitu berat? Mulai dari masalah karier, percintaan, keluarga atau hal-hal lainnya? Jika ya, mungkin saat ini Anda tengah mengalami quarter life crisis atau krisis hidup seperempat abad.

Apa itu quarter life crisis? Quarter life crisis merupakan suatu masa pada usia 25 – 35 tahun di mana timbul dalam diri seseorang rasa keraguan, cemas, atau kekecewaan yang berkaitan dengan karier, hubungan, dan keadaan finansial.

Menurut penjelasan dari M. Ayuningtias, Psi., M.Psi. psikolog klinis dari Siloam Hospitals TB. Simatupang, penyebab munculnya quarter life crisis ialah masa transisi besar dalam hidup seseorang untuk menjadi pribadi yang lebih dewasa dan mandiri.

“Individu yang mengalami quarter life crisis biasanya sebelumnya berada pada lingkungan yang ‘aman’ misalnya lingkungan sekolah atau kampusnya, lalu saat memasuki masa kerja, pekerjaan awalnya terbilang cukup memuaskan namun setelah beberapa tahun berjalan, sampailah ia pada titik ‘jenuh’ yang menyebabkan banyak ketidakpuasan dalam hidupnya. Inilah yang menyebabkan timbulnya quarter life crisis dalam diri seseorang,” jelas psikolog Ayuningtias.

Sebenarnya quarter life crisis ini tidak menimpa semua orang. Quarter life crisis terbilang lebih populer pada masyarakat di budaya barat. Hal ini disebabkan oleh faktor hubungan dengan orang terdekat misalnya orang tua dan lingkungan sosial yang cenderung “cuek”. 

Faktor-faktor yang mempengaruhi timbulnya quarter life crisis ialah kekuatan dan daya tahan individu terhadap stres, kepribadiannya, seberapa berat tekanan yang ia hadapi juga seberapa besar support dari keluarga dan orang terdekatnya.

Akses teknologi yang sangat mudah saat ini bahkan juga mempengaruhi timbulnya quarter life crisis pada diri seseorang. Banyak yang membandingkan hidupnya dengan hidup orang lain yang terlihat lebih bahagia di internet. Hal ini menjadi tekanan tersendiri jika ia tidak mampu menandingi hidup orang lain yang terlihat di internet.

BACA JUGA: Langkah Menghadapi Quarter Life Crisis

Konsultasi: M. Ayuningtias, Psi., M.Psi. psikolog klinis dari Siloam Hospitals TB. Simatupang

Berita terkait