Difteri

Siang dok, mau tanya.
Apa perbedaan gejala difteri dan radang tenggorokan biasa?
Mungkin kah kita tertular jika saliva penderita menempel pada baju yang kemudian kita pakai lagi setelah 2minggu tanpa dicuci?
  • 19 November 2017
  • 13:05
marcellagunawan
Selamat siang,
marcellagunawan

Difteri adalah infeksi bakteri yang menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat memengaruhi kulit. Penyakit ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa jika tidak segera ditangani.

Difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae dan umumnya memiliki masa inkubasi (rentang waktu sejak bakteri masuk ke tubuh sampai gejala muncul) 2 hingga 5 hari. 

Gejala-gejala yang mengindikasikan penyakit ini meliputi:

  • Terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel.
  • Demam dan menggigil.
  • Sakit tenggorokan dan suara serak.
  • Sulit bernapas atau napas yang cepat.
  • Pembengkakan kelenjar limfa pada leher.
  • Lemas dan lelah.
  • Hidung beringus. Awalnya cair, tapi lama-kelamaan menjadi kental dan terkadang berdarah.

Difteri juga terkadang dapat menyerang kulit dan menyebabkan bisul. Bisul-bisul tersebut akan sembuh dalam beberapa bulan, tapi biasanya akan meninggalkan bekas pada kulit.

Penyakit ini harus diobati secepatnya untuk mencegah komplikasi.

Penyebaran bakteri difteri dapat terjadi dengan mudah dan umumnya adalah melalui udara saat seorang penderita bersin atau batuk. Selain itu, ada sejumlah cara penularan lainnya yang perlu diwaspadai, seperti melalui:

  • Barang-barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri, contohnya mainan , handuk atau pakaian.
  • Sentuhan langsung pada bisul akibat difteri di kulit penderita. Penularan ini umumnya terjadi pada penderita yang tinggal di lingkungan yang padat penduduk dan kebersihannya tidak terjaga.

Bakteri difteri akan menghasilkan racun yang akan membunuh sel-sel sehat dalam tenggorokan, sehingga akhirnya menjadi sel mati. Sel-sel yang mati inilah yang akan membentuk membran (lapisan tipis) abu-abu pada tenggorokan. Di samping itu, racun yang dihasilkan juga berpotensi menyebar dalam aliran darah dan merusak jantung, ginjal, serta sistem saraf.

Terkadang, difteri bisa jadi tidak menunjukkan gejala apapun sehingga penderitanya tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi. Apabila tidak menjalani pengobatan dengan tepat, mereka berpotensi menularkan penyakit ini kepada orang di sekitarnya, terutama mereka yang belum mendapatkan imunisasi.

Segera periksakan diri ke dokter jika Anda atau anak Anda menunjukkan gejala-gejala di atas. 

  • 25 November 2017
  • 14:42

Untuk diagnosa pasti, silakan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Klik di sini untuk info rumah sakit dan dokter.

Salam,

dr. Janet Chandra
Dokter Umum (General Practicioner)